Image

Fight Back, Fight Aids

Fight Back, Fight AIDS

Selamat Datang di website Jangkar. 

 

Image

Anda bisa mengirimkan tulisan/ artikel apa saja mengenai website ini, informasi mengenai harm reduction dan HIV/AIDS  di Indonesia, juga opini anda. Tulisan/ artikel tidak boleh mengandung unsur SARA, ejekan, termasuk kata-kata yang tidak sopan. Anda dapat mengirimkan tulisan/ artikel ke This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it . Anda dapat mengakses semua informasi yang terdapat di website ini dengan mendaftar sebagai angota, silahkan register dengan mengklik tulisan register yang tersedia di form login.

 

 

 
Image

Form Login

Online User


Image

Bentang Alam

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday67
mod_vvisit_counterYesterday218
mod_vvisit_counterThis week477
mod_vvisit_counterThis month1474
mod_vvisit_counterAll176073
Home arrow Lintas HR arrow Kliping arrow KPA Minta Tahanan Pengguna dan Pengedar Narkoba Dipisahkan
KPA Minta Tahanan Pengguna dan Pengedar Narkoba Dipisahkan PDF Print E-mail

Komisi Penanggulangan HIV/AIDS meminta Lembaga Pemasyarakatan memisahkan ruang tahanan antara narapidana pengedar dan pengguna narkoba. Sekjen nasional Komisi Napsiah Ben Mboi mengatakan pemisahan tersebut dinilai efektif mengurangi penyebaran virus HIV/AIDS di penjara.

"Selama ini pengedar yang ditangkap masih mengedarkan narkoba di penjara. Kalau bisa dipisahkan benar, baru bisa ditindaki," ujarnya saat dihubungi, Jumat (22/1).

Komisi mencatat sebanyak 92 narapidana di lapas dan rutan seluruh Indonesia telah terjangkit virus HIV/AIDS.

Meski Komisi telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, menurutnya pengguna narkoba masih terus-menerus mendapatkan pasokan narkoba dalam penjara. "KPA bermaksud menyediakan alat suntik steril dan kondom tapi ditolak. Akibatnya pecandu menggunakan jarum suntik bergilir," tambahnya.

Napsiah menuturkan, penanganan narapidana yang positif terkena HIV/AIDS memang belum merata di seluruh tempat akibat benturan dana. Pemberian metadhon juga belum seluruhnya diberikan di seluruh penjara. "Yang sudah ketahuan positif akan dilakukan konseling dan tes secara sukarela," kata dia.

Sumber: www.tempointeraktif.com

 
< Prev   Next >

Lantang Suara



You must be a registered user to shout!
Get your account here!

Photo Galeri

Jangkar Photo Galeri
 

tagGlogyNat
04.09.2010 23:45:18
Advertisement