Image

Fight Back, Fight Aids

Fight Back, Fight AIDS

Selamat Datang di website Jangkar. 

 

Image

Anda bisa mengirimkan tulisan/ artikel apa saja mengenai website ini, informasi mengenai harm reduction dan HIV/AIDS  di Indonesia, juga opini anda. Tulisan/ artikel tidak boleh mengandung unsur SARA, ejekan, termasuk kata-kata yang tidak sopan. Anda dapat mengirimkan tulisan/ artikel ke This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it . Anda dapat mengakses semua informasi yang terdapat di website ini dengan mendaftar sebagai angota, silahkan register dengan mengklik tulisan register yang tersedia di form login.

 

 

 
Image

Form Login

Online User


Image

Bentang Alam

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday64
mod_vvisit_counterYesterday218
mod_vvisit_counterThis week474
mod_vvisit_counterThis month1471
mod_vvisit_counterAll176069
Home arrow Lintas HR arrow Kliping arrow Harapan Baru Pengembangan Vaksin AIDS
Harapan Baru Pengembangan Vaksin AIDS PDF Print E-mail

NEWYORK, KOMPAS.com - Para ilmuwan di Amerika Serikat mengklaim bahwa mereka telah mulai memahami suatu mekanisme perlindungan alami yang dimiliki tubuh seseorang terhadap HIV.

Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini menjadi kabar baik, karena dapat memberi petunjuk baru bagi terciptanya sejenis vaksin AIDS yang efektif di masa depan.

Menurut hasil riset, ada beberapa individu yang tubuhnya menunjukkan respon sangat lambat ketika terinfeksi sehingga membuat sel-sel darah putihnya lebih tangguh dalah melawan virus.

Temuan ini berkaitan dengan elite controller  yakni sekelompok pasien yang terinfeksi  HIV, tetapi perkembangan penyakitnya hingga menjadi AIDS sangat lambat, atau bahkan tidak mengidapnya sama sekali.  Pada akhir 1990-an, terungkap bahwa para pasien ini - sekitar satu dari 200 orang terinfeksi  HIV - memiliki gen yang spesifik  yang disebut HLA B57.

Para ahli dipimpin oleh Professor Arup Chakraborty dan Professor Bruce Walker, menemukan bahwa gen ini menyebabkan tubuh menghasilkan sel-sel T potensial - sejenis sel darah putih yang dapat melawan infeksi.

Sel ini bukan hanya membantu pasien dalam menghambat perkembangan virus, tetapi juga membuat rentan terhadap penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh dapat menjadi aktif dengan sendirinya. Para peneliti dari  MIT dan Harvard ini yakin, vaksin ini akan terwujud dalam satu satu dekade mendatang.

Sumber: kompas

 
< Prev   Next >

Lantang Suara



You must be a registered user to shout!
Get your account here!

Photo Galeri

Jangkar Photo Galeri
 

tagGlogyNat
04.09.2010 23:45:18
Advertisement