| By sandy permana,
on Tuesday, 08 September 2009
|
Views : 1788  |
Published in : News, Bawah Tanah |
BANDUNG, (PR).- Ketua Badan Narkotika Kota Bandung yang juga Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda mengatakan kasus narkoba di Kota Bandung diprediksi mengalami peningkatan. Berdasarkan catatannya, hingga Mei 2009, kasus narkoba meningkat 50% dari bulan yang sama pada tahun 2008. Demikian diungkapkan Ayi Vivananda saat menghadiri acara peringatan Hari Antinarkoba Internasional sekaligus peluncuran album Waru Band di Rutan Kebonwaru Jln. Jakarta, Kota Bandung, Selasa (30/6). Hadir dalam acara itu Dirjen Pemasyarakatan Depkumham RI, Untung Sugiono serta pejabat lainnya.
Menurut Ayi, pada tahun 2008 di kota Bandung terjadi 173 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 328 orang. Sementara itu, pada tahun 2009, dari Januari hingga Mei 2009, terjadi 74 kasus dengan jumlah tersangka 132 orang. "Melihat tahun 2009, diprediksi ada peningkatan kasus narkoba karena hingga Mei 2009 saja sudah banyak," katanya. Napi narkoba Sementara itu, Dirjen Pemasyarakatan Depkumham, Untung Sugiono mengungkapkan, sebanyak 47.950 narapidana atau sekitar 35 persen dari 137.000 penghuni rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia tersangkut masalah narkoba. Kondisi tersebut menyebabkan rutan dan lapas di Indonesia rawan peredaran narkoba. Menurut Untung, kondisi itu menjadi beban berat bagi kalangan petugas lapas. Terlebih, kondisi lapas saat ini sudah melebihi kapasitas dari seharusnya 88.000 orang, namun dihuni oleh 137.000 orang. "Berdasarkan data hingga akhir Mei, lapas dan rutan di Indonesia dihuni 137.000, jadi overkapasitas sebesar 59.000, hampir 100% melebihi kapasitas," katanya. Oleh karena itulah, Untung menjelaskan, kedatangannya ke Rutan Kebonwaru secara khusus untuk peringatan Hari Antinarkoba Internasional. "Kita sadar bahwa narkoba itu persoalan, kita harus perangi narkoba," ujarnya. Namun menurut Untung, hal tersebut tidak hanya sebatas pemberantasan saja tetapi juga harus diimbangi dengan kegiatan pelayanan, pencegahan, dan pengobatan pada saat pengguna narkoba itu berada di lapas atau rutan. Untung juga mengakui rutan atau lapas sering dijadikan tempat transaksi narkoba. Oleh karena itu, pihaknya selalu melakukan antisipasi seperti melakukan penggeledahan terhadap pengunjung yang datang ke rutan dan lapas secara rutin. Kemudian melakukan penggeledahan juga terhadap penghuni lapas. Dan untuk mengobati penghuni yang terjangkit narkoba diberikan pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan rumah sakit dan LSM. Sumber: www.ham.go.id Last update : Tuesday, 08 September 2009
|
|
|
Drugs is our enemy
By: bAd_Boy (Registered) on 10-01-2010 11:47