| By sandy permana,
on Tuesday, 26 May 2009
|
Views : 1891  |
Published in : News, Jaringan |
Toba, Sumut, Jangkar. Peran perempuan dalam proses advokasi dalam isu HIV/AIDS dianggap belum maksimal. Suara perempuan untuk menyuarakan kepentingannya dalam dunia HIV masih relatif sedikit. Jangkar melihat potensi perempuan dalam kapasitas mereka untuk membela kepentingannya sangatlah besar, sehingga di pertengahan bulan mei kemarin, Jangkar mengadakan “Writing Skill Training on HIV & Drugs for Female Drug Users”. Training yang dilaksanakan selama empat hari sejak kamis (14/05) dan berakhir hari minggu (17/5). Kegiatan selama empat hari ini difasilitasi oleh Jangkar Sumatera Utara dengan Sdr. Amri Yahya (Chandra) selaku koordinator Jangkar untuk Wilayah Sumatera Utara, sebagai ketua pelaksana kegiatan ini. Acara yang diselenggarakan di Kawasan Wisata Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara diikuti oleh 22 peserta dari 12 Propinsi. Semua peserta merupakan aktifis perempuan di bidang HIV/AIDS dan kesemuanya berasal dari organisasi yang tergabung dalam Jangkar. 12 propinsi yang mengirimkan wakilnya dalam kegiatan ini adalah; Sumatera Utara (2 orang), Sumatera Barat (1 orang), Riau (1 orang), Jambi (1 orang), DKI Jakarta (4 orang), Jawa Barat (1 orang), Jawa Timur (3 orang), Bali (4 orang), Sulawesi Selatan (2 orang), Sulawesi Utara (1 orang), NTT (1 orang), dan Papua (1 orang). Setiap orang mewakili organisasinya masing-masing. Sebelum ikut kegiatan pelatihan ini, setiap peserta telah melalui proses seleksi, dengan mengirimkan tulisan hasil karya mereka sendiri yang dikirimkan ke Sekertariat Nasional Jangkar untuk proses seleksi. Tulisan yang mereka kirim inilah yang menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan peserta dalam kegiatan ini. Keluaran dari pelatihan ini sendiri diharapkan setiap peserta dapat meningkatkan kemamampuan menulis sebagai salah satu cara advokasi dan kampanye dalam kegiatan yang berhubungan dalam bidang HIV/AIDS yang mereka geluti selama ini. Selain meninkatkan kemampuan menulis untuk advokasi, dalam kegiatan ini juga diberikan materi pengarus-utamaan gender agar setiap peserta lebih dapat mengefektifkan tulisannya dengan apa yang mereka rasakan sebagai aktifis perempuan dalam bidang HIV/AIDS dan juga dapat menjadi wakil bagi komunitas perempuan di daerahnya dalam menyuarakan hal-hal yang mereka rasakan dalam proses penanggulangan, pencegahan, dan pengobatan dalam bidang HIV/AIDS, dan hal-hal lain yang terkait di dalamnya. Materi advokasi dasar dan materi mengenai blog dan website juga disajikan kepada peserta untuk membuka wawasan bagi setiap peserta mengenai media yang dapat dilakukan sebagai alat advokasi dan cara penggunaan yang efektif dalam mencapai tujuan yang di inginkan. Dengan web dan blog juga dapat menjadi sarana penjalin komunikasi dan bertukar informasi yang murah dan mudah dengan individu maupun organisasi yang bergerak dibidang yang sama atau lintas bidang sekalipun. Setelah menyelesaikan rangkaian sesi dalam pelatihan dan setelah kembali ke lembaga di daerahnya masing-masing diharapkan setiap peserta dapat menghasilkan satu tulisan yang dapat dimuat dalam harian nasional atau lokal, atau setidaknya dapat di terbitkan di website atau blog. Peserta juga dituntut dapat berperan sebagai vocal point di daerahnya masing-masing agar dapat mewakili suara komunitas dan berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas menulis dengan saling bertukar pengetahuan dan informasi terkait kondisi daerahnya. Kegiatan pelatihan penulisan advokasi untuk perempuan yang bergerak di bidang HIV/AIDS ini ditutup dengan kegiatan malam renungan yang dipersiapkan oleh peserta dengan dibantu oleh panitia. Kegiatan ini sekaligus menjadi praktek awal peserta dalam menyiapkan press release kegiatan MRAN ini. Pelatihan ini melibatkan master trainer dari LP3Y yaitu Slamet Riyadi Sarbawi dan dari SatuDunia yang diwakili oleh Dwi Aris Soebakti dan Anwari Natari. Untuk mempermudah pendekatan dan komunikasi dengan peserta yang semuanya bergerak di isu HIV/AIDS pelatihan ini di fasilitasi oleh Fachnita Fachruddin (Dewan Nasional Jangkar) Netty Sandra Devi (Koordinator Jangkar Wilayah Jogjakarta) dan Neeta (Koordinator Jangkar Wilayah Bali). -sandy-
Last update : Tuesday, 26 May 2009
|