Image

Fight Back, Fight Aids

Fight Back, Fight AIDS

Selamat Datang di website Jangkar. 

 

Image

Anda bisa mengirimkan tulisan/ artikel apa saja mengenai website ini, informasi mengenai harm reduction dan HIV/AIDS  di Indonesia, juga opini anda. Tulisan/ artikel tidak boleh mengandung unsur SARA, ejekan, termasuk kata-kata yang tidak sopan. Anda dapat mengirimkan tulisan/ artikel ke This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it . Anda dapat mengakses semua informasi yang terdapat di website ini dengan mendaftar sebagai angota, silahkan register dengan mengklik tulisan register yang tersedia di form login.

 

 

 
Image

Form Login

Online User


Image

Bentang Alam

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday71
mod_vvisit_counterYesterday218
mod_vvisit_counterThis week481
mod_vvisit_counterThis month1478
mod_vvisit_counterAll176076
Home arrow News arrow Bawah Tanah arrow Tindik Lidah, Berbahaya..
Tindik Lidah, Berbahaya.. PDF Print E-mail

By sandy permana, on Saturday, 05 April 2008

Views : 5279    

Published in : News, Bawah Tanah


Tato dan body percing kini memang dinikmati dan menjadi tren di kalangan muda. Kebanyakan dari mereka adalah wanita, diantaranya eksekutif muda.

Menurut dr Grace NS wardhana SpKK, dermatologi dari Rumah Sakit Brawijaya Anak dan Wanita mengatakan, sah-sah jika memang menggemari tato dan body percing. “Asalkan jarumnya steril atau jarum disposable (sekali pakai buang). Sebab, jarum yang dipakai berulang-ulang bisa berisiko menularkan penyakit, seperti hepatitis, AIDS, atau herpes. Selain itu, jarum pun harus dalam kondisi tajam sehingga tidak menimbulkan trauma oada kulit,” jelasnya.

Selain itu, Grace juga mengingatkan agar piercing dilakukan secara hati-hati. “Piercing memang terbilang aman. Hanya, sebaiknya pilih-pilih tempat atau organ tubuh yang akan di-piercing,” paparnya.

Grace memberi contoh, piercing di lidah yang berisiko tinggi. “Bisa berisiko tinggi timbul infeksi saat penyembuhan luka. Apalagi di tempat tersebut banyak memiliki saraf dan pembuluh darah. Jadi, kalau tidak dilakukan dengan benar, pendarahan mungkin saja terjadi,” ujarnya.

Saat piercing belum sembuh benar disarankan agar anting langsung dipakai. Jika tidak, luka itu akan menyembuh dan lubang akan tertutup dengan sendirinya. Ini sebagai bentuk proteksi tubuh. Kalau proses penyembuhan sudah sempurna, lalu Anda bosan memakai anting dan melepasnya, lubang itu tak menutup karena di luka itu sudah terbentuk jaringan kulit.

Namun, jika setelah di-piercing muncul infeksi, sebaiknya disarankan untuk membuka anting. Berarti, besar kemungkinan lubang itu akan menutup. “Lebih baik menindik ulang daripada terinfeksi. Hal ini bisa fatal akibatnya,” tuturnya.

Untuk yang punya bakat keloid, Grace menyarankan agar berhati-hati. “Bisa jadi hasil tatonya baik, tapi kemudian besar akan timbul pula keloid,” ujarnya. (Sumber:http: www.aids-rspiss.com )

Last update : Saturday, 05 April 2008

   
Quote this article in website
Favoured
Print
Send to friend
Related articles
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Only registered users can comment an article. Please login or register.

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

Lantang Suara



You must be a registered user to shout!
Get your account here!

Photo Galeri

Jangkar Photo Galeri
 

tagGlogyNat
04.09.2010 23:45:18
Advertisement